Aku tidak tahu apakah aku masih berhak menanyai kabarmu atau cukup
dengan mengucapkan selamat saja padamu. Selamat telah menemukan
pengganti diriku.
Selamat telah begitu cepatnya menemukan penggantiku, hingga membuatku
sangat penasaran ingin menanyaimu apakah dia yang begitu mudahnya kamu
temukan itu mampu menghapuskan semua kengan tentangku? Sesempurna apakah
dia sehingga dengan mudahnya ‘memabukkan’ dirimu?
Kamu Memang Telah Bersama Dengannya Tapi Benarkah Kamu Sudah Bisa Melupakanku?
Aku tahu betul kamu kini telah bersamanya, tapi benarkan kamu sudah
melupakanku?. Sudah tidak lagi mengingatku, atau bersamanya hanyalah
sebuah kedok untuk menutupi bahwa sebenarnya kamu sangat merasa
kehilangan diriku.
Apakah Dia Sesabar Diriku Dalam Menyabarimu? Coba Beritahu
Aku Adakah Seseorang Selain Aku Yang Bersedia Dihukum Olehmu Agar
Menjadi Selalu Bisa Seperti Maunya Kamu
Sebenarnya aku sudah tidak ingin lagi mengingat tentangmu dan tak
ingin tahu tentangmu. Tapi aku tidak bisa menghentikan rasa ingin tahuku
apakah dia yang kini menggantikanku cukup mampu menyabari dirimu, sama
seperti yang aku lakukan dulu, saat kamu meminta diriku menjadi seperti
maunya kamu.
Apakah Dia Lebih Baik Dariku, Yang Akan Selalu Mengatakan Tidak Apa-Apa Jika Kamu Tidak Menepati Janjimu?
Lalu bagaimana dengan maafnya? Apakah dia selalu bersedia memaafkanmu
jika kamu tak mampu menepati janji-janjimu. Tidakkah kamu bertanya
padanya bagaimana rasanya beratanya memberikan maaf padahal sudah sangat
berharap.
Apakah Kehadirannya Mampu Mencuci Bersih Semua Memorimu, Hingga Kenangaku Tersapu Bersih
Dengan ada dirinya apakah menghapuskan kenganku menjadi mudah? Apakah
kini sudah tak adalagi kengan anatara kita. Apakah sesuatu yang
berhubungan tentang diriku sudah tergantikan olehnya?
Apakah Kamu Menemukan Apa Yang Tidak Kamu Temukan Dariku,
Atau Kamu Malah Merasa Seperti Orang Bodoh Mencari Padahal Sudah
Menemukan?
Benarkan darinya kamu menemukan sesuatu yang tidak kamu temunkan dari
dalam diriku? Benarkah apa yang kamu cari selama ini ada dalam dirinya
hingga tega melepaskan aku. Atau mungkinkah kini kmu merasa betapa
bodohnya dirimu karena mencari sesuatu yang sebenarnya usdah kamu
miliki?
Lalau Mengapa Kamu Tidak Berani Membanggakan Dirinya Dan Membandingkan Dirinya Di Hadapan Banyak Orang?
Aku tidak masalah jika kini kamu mendatangiku lalu mengatakan bahwa
dia telah menghapuskan kenangnku dari dalam dirimu. Aku tidak masalah jika
kmu datang memberitahukanku bahwa semua yang kamu cari selam ini ada
pada dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Mampir Gan !!!