My name

My name

Sabtu, 11 Maret 2017

Dalam tunduk ku, tidak berani untuk menatap matamu

Masih di sini dan terus di sini, menantimu dengan segenggam rindu yang perlahan mulai layu karena terkikis waktu. Ada hati yang sengaja aku jaga, untuk seseorang yang benar pantas. Tidak hanya sekedar datang untuk pamit pergi setelahnya, meninggalkan sebuah kenangan yang sangat sulit untuk dilupakan. Ayo lah, hatiku tidak sekuat itu untuk kau sakiti setelah menelan janji manis.

Menantimu adalah sebuah bukti kesetiaan, Bukan sosok yang sempurna, tapi setidaknya aku mempunyai sesuatu yang layak untuk dipertahankan. Ajarkan aku bagaimana caranya untuk mencintaimu, dan beri aku kisi-kisi agar kau bisa jatuh cinta kepadaku berulangkali. Ya berulang kali, tidak peduli akan rambut yang memutih dan kukit yang menua.

Jika suatu hari kita bertemu, jangan pernah heran karena aku terlihat seperti pria pemalu. Sebenarnya dalam tunduk ku, tidak berani untuk menatap matamu. Tersimpan rasa syukur yang teramat sangat besar. Akhirnya, seseorang yang selama ini mengisi bait-bait doaku.  Sekarang berada tepat di depan ku.

Ia, aku sekarang sedang memantaskan diri. Bukan karena ingin terlihat sempurna di depanmu, tapi ini kewajibanku untuk mendapatkan hak ku akan dirimu. Karena kita akan disandingkan dengan seseorang yang sepadan dengan kita. Layaknya sandal yang akan terlihat cantik jika memiliki sisi yang sama, berjalan beriringan menuju jannah-Nya.

Tapi jika masih ada kekurangan dan kita terlebih dahulu dipertemukan. mohon bimbing aku untuk menjadi sosok  yang tak kenal putus asa idamanmu. Sosok pria yang nantinya akan setia mendampingimu, manjadi teman dalam iman.

Rabu, 08 Maret 2017

CINTA ITU PILIHAN, JODOH ITU TAKDIR

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS Ar rad (13) :11)

Bertemu dengan seseorang atau banyak orang itu takdir, dan bukan sesuatu yang bisa direncanakan (pilihan). Saya hanya mau bertemu dengan orang baik saja, atau saya hanya mau bertemu dengan orang kaya saja, atau saya hanya mau bertemu dengan orang cantik/tampan saja, ini contoh kasusnya.

Untuk menjalin/menjalani sebuah hubungan atau bagaimana hubungan kedepannya akan dibawa, itu adalah sebuah pilihan, hanya mau berteman saja atau ingin lebih dari sekedar teman, melainkan menjadi pacar/kekasih. Intinya kita tidak bisa menentukan pilihan orang yang akan datang di masa depan akan sebagai pacar/kekasih kita, tetapi orang yang sudah datang/hadir di dalam hidup kita dan ingin menjadikannya seorang pacar/kekasih, itu adalah pilihan kita, hasil dari sebuah komitmen dan tanggung jawab dari pilihan yang kita telah putuskan.

Meskipun begitu, untuk urusan cinta (Jodoh) ini menjadi sesuatu yang amat rumit, karena ada beberapa hal yang terkadang tidak masuk akal dan logika manusia. Memang, ini sudah menjadi ketentuan ALLAH swt karena ada banyak hal yang tidak bisa dijangkau akal sehat manusia. Ada banyak orang yang telah melakukan ikhtiar (usaha keras) untuk meluluhkan seseorang yang dicintainya, ataupun untuk meluluhkan hati mertua kekasihnya yang tidak menyetujui hubungan mereka. Ia sudah melakukan berbagai macam hal, dari yang ringan sampai usaha yang besar, atau bisa jadi tindakan extreme (tidak masuk akal), misalkan mengancam untuk bunuh diri karena urusan cintanya tidak sesuai dengan keinginannya, atau malah bunuh diri benaran, ini lah yang disebut dengan kemaha tololan yang tinggi. Sesungguhnya campur tangan ALLAH swt untuk jodoh itu sangat besar, karena kita tidak akan bisa memaksa seseorang untuk mencintai kita, meskipun kita telah melakukan usaha yang keras, jika dengan usaha keras kita tidak bisa menjadikannya kekasih/istri. Maka berpikir lah kalau ia bukan lah jodoh kita, atau ALLAH swt telah menentukan seseorang yang tepat di masa depanmu kelak. Karena ini adalah termasuk kuasa ALLAH swt dengan caranya yang terkadang tidak bisa dimengerti. Tetapi seringkali kebanyakan orang-orang yang berikhtiar keras akan cenderung mendapatkan jodohnya (seseorang yang dicintainya).

Dulu, beberapa tahun yang lalu, aku pun pernah menjalin hubungan dengan perempuan yang aku cintai, dan berharap ini lah takdirku (seseorang yang akan menjadi istriku kelak). Namun apa daya, setelah berusaha keras sampai mengorbankan perasaan yang terluka, dan ternyata hubungan kami kandas tanpa alasan yang pasti, maka aku lekas berpikir bahwa sesungguhnya ia bukan Jodohku, ia hanya lah seorang teman pendamping yang ada di hidupku untuk menemaniku, (Takdir : yang berarti ia akan datang dihidupku, namun bukan takdir kalau ia adalah jodohku, hanya takdir seorang yang baru kukenal dan hanya menjadi seseorang yang hadir di hidupku lalu lekas pergi).

Kesimpulannya, kita harus yakin bahwa ALLAH swt telah menciptakan manusia dengan takdirnya. Dan kita juga harus meyakini bahwa manusia itu diberi pilihan untuk memilih takdir yang paling baik untuk dirinya di dalam kehidupannya sekarang dan juga kelak nantinya. Maka, keimanan pada sebuah takdir harus mendorong untuk selalu berdoa dan berikhtiar/berusaha keras dan sebaik mungkin, sementara hasilnya diyakini merupakan takdir Allah. Dan yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan mendzalimi hambanya.

Intinya cinta itu adalah pilihan, tapi jodoh itu adalah takdir.