My name

My name

Sabtu, 01 April 2017

Perhitungan bukan berarti pelit ataupun tak mau rugi. Justru ini menunjukkan sisi profesionalitas dalam bekerja

     Entah bagaimana, perhitungan selalu diidentikkan dengan orang-orang pelit yang nggak mau rugi. Susah sedikit nggak mau, keluar uang sedikit nggak mau. Ini itu diperhitungkan dengan detil supaya diri sendiri tidak tekor. Ya, untuk sekali waktu perhitungan memang tak elok dilihat.

     Tapi bila sudah memasuki ranah pekerjaan, sikap perhitungan itu justru perlu. Karena kantor bukan organisasi yang keikutsertaannya hanya berdasarkan kerelaan. Di kantor segalanya dihitung dengan angka dan materi. Bosmu juga akan marah-marah bila hasil kerjamu tak memenuhi angka target yang diharapkan. Mulai hari ini, jauhkan diri dari rasa nggak enakan itu ya demi kesejahteraanmu.

Tak perlu malu untuk minta reimburse atas biaya yang dikeluarkan. Selain menghindari tekor, itu juga mempengaruhi catatan keuangan kantor

Kadangkala kalau harus meeting keluar, kamu butuh  uang bensin. Tapi karena nominal-nya hanya belasan ribu, mau minta ganti juga sungkan. Kesannya kamu pelit atau malah nggak punya uang. Besoknya, kamu fotokopi dokumen kantor dengan biaya 2000 perak. Mau minta ganti pun rasanya nggak tega. Akhirnya kamu merelakan uang pribadi. Mungkin sekali transaksi hanya 2000 hingga belasan ribu. Tapi kalau ditotal, kamu mungkin sudah bisa beli tas baru. Selain itu, pengeluaran kantor adalah hal yang penting untuk dicatat. Sehingga sekecil apapun pengeluaran yang kamu talangi, harus tetap dilaporkan.

Tak perlu malu pulang tenggo bila pekerjaanmu sudah beres semua. Kamu juga berhak punya waktu untuk mengembangkan potensi diri yang lainnya

8 jam yang kamu berikan untuk kantor sudah cukup. Terkadang kita sungkan mau pulang tepat waktu. Apalagi kalau atasan masih duduk manis di ruangannya. Padahal kalau dipikir-pikir, bila pekerjaanmu sudah selesai untuk apa berlama-lama di kantor? Di luar sana, banyak hal yang bisa kamu lakukan. Mulai dari berkumpul dengan keluarga, menekuni hobi, jobs-jobs freelance yang bisa menambah penghasilan, hingga menjalin koneksi yang menguntungkan di masa depan. Ingat, kesuksesan tak ditentukan oleh 8 jam kamu dibayar untuk sibuk di kantor, melainkan justru apa yang kamu lakukan di luar itu.

Mengatakan ‘oke’ atas segala hal justru akan menjadi bumerang. Kamu akan terkenal jadi pembantu umum untuk segala urusan kantor

Awalnya kamu hanya berbaik hati, membantu membereskan pekerjaan temanmu yang tak bisa dia selesaikan sendiri. Lalu kamu yang terlalu baik hati, menawarkan diri untuk meng-handle tugas yang belum ada penanggung jawabnya. Selanjutnya, kamu merasa tak nyaman untuk menolak saat ada yang minta bantuan meski kamu sendiri sedang keteteran. Semakin lama, orang-orang akan semakin menjadikanmu andalan. Sayangnya, di momen ini sulit untuk memisahkan lagi antara diandalkan dan dimanfaatkan. Jadi mulai sekarang, berhenti meng-oke-kan segala hal. Toh, semua orang sudah teken kontrak dengan jobsdesk yang jelas sejak awal.

Memberikan yang terbaik untuk kantor, tidak sama dengan memberikan segalanya. Ada batas yang harus kamu patuhi dengan ketat

Kamu yang semangat kerjanya tinggi mungkin tak setuju dengan poin-poin sebelumnya. Menurutmu, kerja bukan semata-mata mencari uang, tapi juga membuat karya. Karena itu dedikasi tinggi harus diberikan kepada tempat kita mencari rezeki. Memberikan yang terbaik untuk kantor memang kewajiban. Dari situ bukan hanya atasanmu yang senang, kamu pun pasti puas dengan dirimu sendiri. Tapi memberikan yang terbaik itu nggak sama dengan memberikan segalanya. Ingat ketika kamu jatuh sakit hingga tak bisa bekerja lagi, kantormu mungkin hanya mengucapkan simpati dan buru-buru mencari penggantimu.

Dengan kadar yang tepat, perhitungan justru akan membuatmu dihargai karena kamu tak dianggap gampangan

Kamu yang ingin dihargai oleh rekan kerja dan atasan, mulai hari ini biasakan sikap perhitungan. Bukan soal pelit atau ogah rugi, melainkan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Lakukan dengan baik apa yang menjadi kewajibanmu dan tak perlu melakukan apa yang nggak perlu kamu lakukan. Tak perlu ragu untuk menolak jika kamu memang sedang nggak bisa membantu. Dengan begitu, orang akan melihat batas tegas yang kamu terapkan. Kamu justru akan disegani karena nggak terlihat gampangan. Tapi tentunya sesekali bila memang bisa, tak ada salahnya membantu. Yang penting, jangan serta merta mengiyakan tanpa perhitungan hanya karena merasa tak enak.

Perhitungan bukan berarti pelit ataupun tak mau rugi. Justru ini menunjukkan sisi profesionalitas dalam bekerja

Selain membuatmu nggak terlihat gampangan, perhitungan juga menunjukkan bahwa kamu profesional. Sejak awal kamu sudah teken kontrak dengan list tugas yang menjadi tanggung jawabmu. Masing-masing rekan kerjamu pun sama. Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, artinya benar-benar membedakan urusan kantor dengan pribadi. Kamu tahu tugasmu dan sudah memberikan yang terbaik untuk memenuhinya. Untuk apa sungkan pulang tenggo jika memang tidak ada lagi yang harus kamu lakukan di kantor?

Bersikap perhitungan artinya menghindari melakukan yang tidak perlu. Ini juga sebuah terapi untuk tegas pada diri sendiri

Sikap perhitungan itu membuatmu tak mau bekerja di luar jam kerja. Di sini, kamu akan mencari cara untuk mengerjakan tugas seefektif mungkin, sehingga semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Kamu akan belajar untuk mengurangi ‘haha-hehe’ yang nggak perlu selama bekerja, sehingga waktumu nggak terbuang percuma. Melaporkan seluruh pengeluaran untuk kantor juga membantumu mengatur keuanganmu sendiri. Sehingga nggak ada ceritanya ada dana-dana hilang tanpa jejak, ternyata habis untuk menalangi ini dan itu. Sikap perhitungan ini bisa menjadi cara pendisiplinan diri sendiri.
Nggak perlu sungkan atau malu dianggap perhitungan. Untuk hidup dengan segala lika-likunya, kita memang harus menghitung matang-matang kan?

Jumat, 31 Maret 2017

Bahagiakah kamu sekarang ? hidupku tak sehancur yang kamu harapkan

Hei pengkhianat! 
Bahagiakah kamu sekarang ? 


masih ingatkatkah dengan photo-photo ini,,,!! kalau masih syukur,, kalau nggak ya tidak ada ruginya bagiku,,!!



     Aku berharap tulisanku ini sampai ke depan matamu dan berharap kamu membacanya. Iya ini aku, seorang Laki-laki yang telah kamu sakiti dengan sejuta kebohongan. Aku hanya ingin memberitahukanmu  hidupku tidak sehancur yang kamu harapkan, bahkan aku sangat bahagia lepas dari dekapan sang pembohong. Benar saja Tuhan memperlihatkan hikmah setelah dalam hitungan bulan Saja.


     Apa pikirmu mudah untuk melupakan semua hal yang pernah terjadi diantara kita? kamu datang dengan berjanji banyak hal dan memberi sejuta harapan lantas semudah itukah kamu menyepi dihati yang baru? Tanpa memperdulikan apa yang pernah kamu janjikan kepadaku?.

     Aku mengira bahwa saat itu aku adalah Laki-laki termalang karena gagal, ternyata aku salah besar. melihat foto pernikahanmu dengan Laki-laki lain aku serasa berhenti bernafas, tubuhku gemetar dan hatiku terasa tersayat, perih luar biasa, itulah yang aku rasa saat itu. Batinku cuma bisa bertanya-tanya, kamu menikah dibulan dimana aku berjanji akan menjumpai keluargamu? Kamu menikah tanpa ada kata putus diantara kita? Kamu hanya bilang sibuk dan mohon menunggu. Aku menurutinya dan ternyata kamu menikah? Kamu bilang kamu sangat mencintaiku, tapi kamu menikah dengan Laki-laki lain? Inikah balasanmu atas cinta tulus dan kesetiaanku? betapa bodohnya aku saat itu mendengar semua ucapanmu.

     Aku masih ingat isi Chat darimu seminggu sebelum kamu menikah, kamu mengungkapkan perasaan cinta dan rindu yang seolah tanpa ada masalah diantara kita bahkan saat itu kamu tidak memberitahu bahwa akan menikah padahal 1 minggu setalah Chat itu kamu kirim kepadaku, aku mendapatkan foto pernikahanmu di wall FBmu, itukah yang namanya cinta? pernikahan seperti apa yang kamu jalani itu, berapa banyak Laki-laki korban tipuan manismu, apa Laki-laki yang kamu nikahi itu adalah salah satunya?

     Hanya 1 minggu setelah mendapat kabar kamu menikah aku mulai penasaran seberapa lama aku dalam kebohongan?, Tak ayal kebohonganmu terkuak sendiri dan benar saja, hanya dalam hitungan 1 bulan setelah pernikahanmu semua rahasia tentang kehidupannmu, cerita keluargamu yang sebenarnya, kelakuan busukmu yang kamu tutupi dengan mulus serta bukan hanya aku korbannya, kuketahui sudah. Iya aku rupanya Laki-laki kesekian yang kamu bohongi.

     Mengetahui bahwa kamu pandai bersandiwara dengan banyak Laki-laki membuatku semakin yakin bahwa ini adalah salah satu hikmah bahwa kita tidak dipersatukan. Bagaimana mungkin aku bisa hidup dengan orang yang tidak menghargai perasaanku terhadapnya, aku menjadi sangat illfeel mengingat isi Chat darimu, jika saat itu kamu mengungkapkan perasaan kepadaku dan posisinya kamu sudah bertunangan bukankah itu artinya kamu tidak menghargai calon suamimu? kamu akan menikahi Laki-laki itu bahkan dalam hitungan hari dan kamu masih mengungkapkan perasaan ke Laki-laki lain lagi, kenapa perasaan suci itu dengan mudah kamu umbar kesemua Laki-laki ?

     Aku memutuskan untuk mengucapkan selamat atas pernikahanmu sebulan setelah kamu menikah, tepatnya setelah semua tentangmu kuketahui dan ucapan selamat dariku saat itupun kamu jawab dengan sejuta sandiwara bahwa sebenarnya pernikahan itu tidak diinginkan, kamu masih saja mengungkapkan perasaan cinta kepadaku yang seolah Laki-laki sekarang yang kamu nikahi tidak ada harga sama sekali. Kamu mengungkapkan rasa penyelasan dan mengaku tidak senang dengan pernikahan itu. 

     Kamu pikir aku bangga dengan semua pangakuanmu itu? Kamu pikir aku percaya?. Semua tentangmu sudah kuketahui makanya aku menghubungimu untuk mengucapakan selamat. Perlu kamu ketahui aku tidak bangga sedikitpun dengan semua ungkapan perasaan dan cerita tentang pernikahanmu, aku tidak bangga kamu bilang sangat mencintaiku dan pernikahan sekarag itu palsu, sedikitpun tidak bangga. Saat mendengar ceritamu aku terus saja bersyukur bahwa untung saja bukan aku diposisi suamimu sekarang. Perih luar biasa menjadi Laki-laki yang tidak dihargai perasanya. Kamu masih saja mengumbar perasaan sesuka hatimu padahal kamu sudah menikah, tidakkah kamu pikir akan sangat menyakitkan jika Suamimu tahu kelakuaan busukmu?, aku sangat bersyukur Tuhan menghalangi kita untuk bersama sekalipun dengan cara yang awalnya sangat menyesakkan dadaku.

Banyak hal yang harus ku syukuri saat kamu tidak bisa menjadi makmumku karena kamu seorang pembohong. kamu benar- benar pembohong sempurna, pengkhianat terhebat yang pernah aku kenal. Aku hanya ingin menyampaikan 3 hal kepadamu:
  1. Jika pernikahanmu itu terencana, Seterencana itulah kamu membohongi aku.
  2. jika kamu bahagia dengan pernikahanmu sekarang, sebahagia itulah kamu menyakiti aku.
  3. jika dia memang tulus, setulus itukah dia menerima keadaanmu.
  4. Terimakasih telah mengajariku satu hal penting “berhati-hati dengan yang terlihat baik”.
     Hal lain yang sangat aku syukuri adalah damainya hidupku sekarang karena terbebas darimu bahkan serasa masalah yang aku hadapi mudah untuk aku atasi dengan bantuan Ilahi. Aku tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan hidupku kembali, setelah semua tentangmu ku ketahui, aku kembali menemukan hidupku dan serasa tidak ingin berhenti bersyukur walau sedetikpun.

     Aku memutuskan untuk tidak terbelenggu dengan terpuruk dalam kesedihan karena hidupku terlalu berharga jika harus rusak dengan kandasnya sebuah hubungan, aku punya keluarga dan sahabat yang sangat membantuku hingga masalah ini bisa terselesaikan, jika kamu hanya menjalin hubungan dengan aku mungkin aku akan diam saja saat hubungan kita berakhir, akan tetapi kamu sudah bersilaturrahmi dengan keluargaku dan sudah akrab. Kamu bukan hanya pandai mengambil hatiku tapi pandai mengambil hati orang terdekatku. Sampai mereka juga merasa nyaman dengan kehadiranmu, tapi ternyata, ah sudahlah kamu tetap pembohong dan akan terus aku ingat sebagai pembohong.

     Sekarang kamu meminta agar kita tetap bersilaturrahmi, kamu mau aku menjadi sahabatmu.
     Apa... !!! Sahabat? Menjadi sepasang kekasih saja kamu sangat menyakitiku bagaimana mungkin kita bisa bersahabat dan aku juga tidak ingin memiliki sahabat yang tidak bisa menghargai perasaan orang lain. Sudahlah aku bahagia dengan hidupku sekarang, jangan pernah kembali saat semua rasa sudah tak tersisa untukmu lagi. Apa kamu lupa, kamu pernah dengan mudah pergi meninggalkanku untuk memeluk hati yang baru setelah  kamu memecahkan kaca dalam hatiku? kepingan-kepingan kaca itu tertancap dalam hatiku, sakit dan perih luar biasa bagaimanna mungkin aku bisa menjadi sabahatmu pengkhianat? dan yang lebih parahnya lagi aku bukan satu-satunya korban tapi salah satu korban dari serentetan Laki-laki yang pernah tersihir dengan rayuan manismu.
  
Andai suatu saat nanti  aku berjumpa, aku ingin melihat Laki-laki seperti apa yang kamu nikahi itu? Mutiara berhargakah? Atau besi karatan yang dilapisi sinaran kilauan buatan?

Terimakasih pengkhianat sejati, dari kebohonganmu aku belajar untuk lebih berhati-hati dan satu hal lagi hidupku tak sehancur yang kamu harapkan.



Note MD : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.