Sudah tak tahu lagi harus menjawab apa dan bagaimana. Hanya bisa tersenyum getir dan menyimpan semua kekhawatiran dalam dada. Biarlah yang jadi penyebab tetap tinggal disana, karena tak akan ada yang mengerti kenapa aku harus seperti ini. Dari sahabat sampai saudara, bisakah berhenti dimereka saja?
Ibuku yang seharusnya paling mengerti kenapa aku masih memilih sendiri, kuharap tak ikut menyalahkan apa yang sebenarnya kukejar sampai kini. Bukankah ibu selama ini mampu memahamiku? Bahkan selalu menjadi sosok yang mengenalku lebih dari diriku sendiri.
Masih basah kukenang dalam ingatan tentang masa lalu, seberapa remeh mereka memandangku, memandang kita. Jadi ku mohon ibu berhentilah marah pada setiap keputusanku. Mungkin untuk saat ini hanya aku dan Tuhan yang tahu seberapa dalam aku menyayangimu. Berhenti membandingkanku dengan siini dan siitu. Aku akan menikah, tapi nanti, saat apa yang diletakan dipundakku dapat kuselesaikan dengan caraku dan tak menyusahkanmu.
Jangan malu ibu !! aku bukan tak laku, hanya saja anakmu ini masih belum siap membagi hidupnya dengan dia yang belum tentu bersedia jika nanti aku membagi waktu dan cinta denganmu juga. Biarkan tetap seperti ini, sampai bisa kujamin saat nanti dia  lekatkan hidupnya  pada saat aku mendampinginya, ibu tak akan terlantar dan kehilangan sandaran. Sungguh aku mencintaimu meski belum bisa kukabulkan keinginanmu yang satu itu.
Tak ada yang ingin hidup sendiri. Entah seberapa mandiri dan tangguhnya kutaklukan hidup ini, tetap saja ada masa dimana kubutuhkan lengan yang kurasa lebih kuat untukku menyandarkan diri dan merasa dilindungi sampai tua nanti. Maka kumohon padamu ibu, hingga Tuhan menghadirkan sosok itu, bisakah ibu bersabar dan terus disampingku? Menghalau setiap penilaian negatif mereka yang tak tahu apa-apa. Aku membutuhkanmu ibu, untuk terus menjadi alasan atas apa yang kuperjuangkan sampai hari ini.
Ini bukan hanya tentang resepsi. Menikah bukan perkara yang dapat diputuskan sehari dua hari. Bukan juga tentang siapa paling laris dan siapa yang tak dilirik sama sekali. Tapi tentang menemani sosok lain dari diriku sampai mati. Menerima orang baru dan berbagi hidup dengannya serta menerima dengan lapang dada semua tingkah lakunya tanpa terkecuali. Dan dia tak pernah membuatku menyesal telah memilih.
Jangan tanya apa-apa, jangan memikirkan apa-apa. Cukup doakan saja. Aku, suatu hari nanti juga akan ada yang mendampingi. Entah dengan siapa kumohon ibu, doakan saja. Agar ku dapat wanita terbaik dan suci yang juga menyayangimu seperti ibunya sendiri. Sampai waktu itu tiba, kumohon biarkan aku sendiri. Berjuang memantaskan diri demimu ibu dan dia sang jodoh yang diantarkan Tuhan ke hadapanku.