Tentang hidup. Ya hidup. Memang benar hidup adalah pilihan. Kita
sendirilah yang menentukan jalan mana yang akan kita jalani. Namun
ketika hidupmu dihadapkan pada banyak pilihan, bukan berarti kau bisa
mengambil sikap seenaknya, bukan berarti kau bisa bebas mengambil jalan
yang ingin kau lalui tanpa memikirkan yang lain. Bukankah kau pernah
berpikir bahwa kau tak ingin dijadikan pilihan?
Lantas apa kau
pikir, aku dia dan mereka pun mau dijadikan pilihan? Kau bisa semudah
itu bilang percayalah tapi tahukah kau? Bagi beberapa orang, termasuk
aku, percaya bukanlah hal yang begitu mudah untuk dilakukan. Ada banyak
hal yang terjadi dalam hidupku yang membuatku begitu rentan atas sebuah
rasa percaya. Dan ketika aku memutuskan untuk percaya padamu, saat itu
juga aku sedang berjuang keras untuk mengalahkan rasa takutku.
Aku,
yang pernah merasakan rasa pahitnya sebuah kehilangan, yang pernah
merasakan pedihnya kepercayaan yang tak lagi dihargai. Apa kau tahu
bagaimana rasanya? Ketika kau percaya dan kepercayaanmu terkhianati
begitu saja? Aku tahu. Aku paham. Sungguh, aku tak pernah ingin lagi
percaya. Aku tak pernah menyayangkan bila hidupku berjalan tak sesuai
keinginanku, aku hanya menyayangkan jika di saat kau bisa membuat
pilihan, kau justru tak bisa memilih dengan pertimbangan hati dan
logika. Dan ketika kau dihadapkan pada pilihan yang kau anggap sulit,
sudahkah kau mengadu pada Sang Pemilik Kehidupan? Menepilah sejenak
dari hiruk pikuk kehidupan dan mendekatlah pada Sang Pencipta. bersujud
dan berdoa, meminta petunjuk yang terbaik dariNya. Allah S.W.T. Tak akan
pernah menjerumuskan umatNya, Dia akan selalu memberi petunjuk bahkan
lewat hal-hal yang terlihat mustahil bagi kita.
N A M U N ! ! !
Tugasku mencintaimu dengan
sebaik-baiknya sudah selesai, sekarang tugasku adalah melupakanmu
dengan sekuat-kuatnya. Aku terima itu, karena kelak kamu akan sadar
bahwa takkan ada yang mampu mencintaimu sebaik apa yang pernah aku
lakukan untukmu, tak ada satupun. Bahkan masa lalumu yang mungkin bisa
terima kau seperti aku.
Tugasku mencintaimu dengan sebaik-baiknya sudah selesai, sekarang tugasku adalah melupakanmu dengan sekuat-kuatnya.
Terima kasih, berkatmu, aku seperti kehilangan selera untuk mencintai siapa-siapa, entah karena aku berada di titik kelelahanku memperjuangkan suatu hal yang tak mau diperjuangkan, dan mengikhlaskan sesuatu hal yang memang harus kulepaskan.
Terima kasih Tuhan, akhirnya kau
tunjukan padaku bahwa dia memang pantas diletakkan di masa lalu, bahwa
dia memang tak pantas lagi untuk mendapatkan cintaku. Jangan pernah
datang hanya untuk kembali sayang, aku berjuang sehebat ini bukan untuk
kau jatuhkan lagi, jaga apa yang kamu punya sekarang, jangan lepaskan
lagi cintanya untuk siapapun, jangan kau palingkan cintanya seperti
halnya kau palingkan cintaku.
Karena sesuatu yang telah pergi, meskipun kembali, ia takkan sama lagi. Aku beserta doa dan harapan yang tiada henti selalu mendoakan kebahagiaanmu, maaf jika aku ternyata telah memisahkan cinta kalian, maaf jika aku pernah membuatmu begitu jauh darinya, darimu aku belajar banyak hal, aku belajar menghargai apa yang aku punya sebelum kehilangan.
Ingatlah kelak ketika kamu sudah bahagia nanti, aku pernah memegang erat tanganmu, dengan segala debat yang hebat untuk menolak sebuah kepergian.
Aku pamit dari hidupmu, maaf aku tak bisa lagi menjagamu, karena Tuhan memberikanku waktu yang terlalu singkat untuk mencintaimu, sehingga aku belum bisa membahagiakanmu, aku titipkan kisah kita ya, aku titip hal bodoh yang selalu kita lakukan bersama, mungkin di mata orang itu bodoh, tapi buat kita itu adalah kebahagiaan.
Kuyakin kuasa Tuhan adalah jalan pertama, semoga suatu saat nanti kita akan bertemu dengan status yang berbeda entah kita akan satu atap atau berbeda atap, semua adalah jalan Tuhan. Berdoalah sebaik mungkin semoga Tuhan selalu melindungi kita.
Tugasku mencintaimu dengan sebaik-baiknya sudah selesai, sekarang tugasku adalah melupakanmu dengan sekuat-kuatnya.
Terima kasih, berkatmu, aku seperti kehilangan selera untuk mencintai siapa-siapa, entah karena aku berada di titik kelelahanku memperjuangkan suatu hal yang tak mau diperjuangkan, dan mengikhlaskan sesuatu hal yang memang harus kulepaskan.
Terima kasih Tuhan, akhirnya kau
tunjukan padaku bahwa dia memang pantas diletakkan di masa lalu, bahwa
dia memang tak pantas lagi untuk mendapatkan cintaku. Jangan pernah
datang hanya untuk kembali sayang, aku berjuang sehebat ini bukan untuk
kau jatuhkan lagi, jaga apa yang kamu punya sekarang, jangan lepaskan
lagi cintanya untuk siapapun, jangan kau palingkan cintanya seperti
halnya kau palingkan cintaku.Karena sesuatu yang telah pergi, meskipun kembali, ia takkan sama lagi. Aku beserta doa dan harapan yang tiada henti selalu mendoakan kebahagiaanmu, maaf jika aku ternyata telah memisahkan cinta kalian, maaf jika aku pernah membuatmu begitu jauh darinya, darimu aku belajar banyak hal, aku belajar menghargai apa yang aku punya sebelum kehilangan.
Ingatlah kelak ketika kamu sudah bahagia nanti, aku pernah memegang erat tanganmu, dengan segala debat yang hebat untuk menolak sebuah kepergian.
Aku pamit dari hidupmu, maaf aku tak bisa lagi menjagamu, karena Tuhan memberikanku waktu yang terlalu singkat untuk mencintaimu, sehingga aku belum bisa membahagiakanmu, aku titipkan kisah kita ya, aku titip hal bodoh yang selalu kita lakukan bersama, mungkin di mata orang itu bodoh, tapi buat kita itu adalah kebahagiaan.
Kuyakin kuasa Tuhan adalah jalan pertama, semoga suatu saat nanti kita akan bertemu dengan status yang berbeda entah kita akan satu atap atau berbeda atap, semua adalah jalan Tuhan. Berdoalah sebaik mungkin semoga Tuhan selalu melindungi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Mampir Gan !!!